Negeri Jam Pasir dan Tikus yang Menghentikan Waktu

I. Negeri yang Tidak Pernah Berhenti Di balik tujuh bukit batu dan satu dataran berangin, berdirilah sebuah negeri yang unik dan menakutkan sekaligus indah: Negeri Jam Pasir. Negeri ini tidak mengenal malam yang benar-benar gelap dan siang yang benar-benar terang. Langitnya selalu berada di antara—seperti senja yang tidak selesai. Di setiap sudut negeri, berdiri Jam […]

6 mins read

Negeri Burung Besi dan Sungai yang Berhenti Bernyanyi

Awal Negeri yang Tenang Di sebuah dataran luas yang diapit pegunungan biru dan laut berkilau, berdirilah sebuah wilayah bernama Negeri Aruna. Negeri ini bukan kerajaan megah dengan istana tinggi, melainkan bentang alam hidup yang dihuni oleh berbagai makhluk—besar dan kecil—yang berbagi ruang tanpa peta, tanpa pagar, dan tanpa kepemilikan berlebihan. Di tengah Aruna, mengalirlah Sungai […]

5 mins read

Kerajaan Pagar Angin dan Arak-arakan Gajah dari Utara

Di tanah yang jauh dari peta manusia, ada sebuah lembah bernama Manggala, tempat dua negeri bertetangga dipisahkan oleh sungai sempit yang kadang jadi garis, kadang jadi jembatan. Di sebelah barat sungai, berdiri Hutan Kasura, rimba tua yang katanya bisa mengingat jejak kaki siapa pun yang melintasinya. Di sebelah timur sungai, ada hamparan ladang dan dusun […]

13 mins read

Telaga Terakhir di Negeri Berbulu

Di sebuah dataran luas yang dikelilingi bukit kapur dan padang rumput berombak angin, berdirilah sebuah wilayah yang oleh para pengelana disebut Negeri Berbulu. Nama itu bukan tanpa alasan: hampir seluruh penghuninya adalah makhluk berbulu—ada yang bersayap, ada yang berkaki empat, ada pula yang merayap pelan di tanah. Negeri Berbulu tidak pernah kekurangan apa pun. Hujan […]

5 mins read

Kerajaan Akar Tua dan Debu Emas yang Memabukkan

Di sebuah benua yang tidak tercantum di peta mana pun—karena peta manusia sering lupa pada tempat yang tidak bisa mereka miliki—terdapat sebuah hutan raksasa bernama Kerajaan Akar Tua. Hutan itu bukan hanya pepohonan. Ia seperti makhluk hidup yang bernapas pelan: kabut paginya adalah napasnya, sungai adalah urat nadinya, dan akar-akar yang saling mengikat di dalam […]

14 mins read

Cap Merah di Atas Akar

Di tanah yang kemerahannya seperti bara yang sudah lama padam, ada sebuah bentang rimba yang tidak pernah merasa perlu bernama. Para penghuni menyebutnya sekadar Rumah. Sebab kalau kau lahir di dalam akar, di bawah kanopi yang menutup matahari seperti atap tua, apa lagi yang lebih penting selain rumah? Namun, bagi mereka yang datang dari luar, […]

15 mins read
Share via