Cap Merah di Atas Akar

Di tanah yang kemerahannya seperti bara yang sudah lama padam, ada sebuah bentang rimba yang tidak pernah merasa perlu bernama. Para penghuni menyebutnya sekadar Rumah. Sebab kalau kau lahir di dalam akar, di bawah kanopi yang menutup matahari seperti atap tua, apa lagi yang lebih penting selain rumah? Namun, bagi mereka yang datang dari luar, […]

15 mins read

Ladang Emas yang Tidak Pernah Cukup

Pada suatu masa yang sudah terlalu lama untuk dihitung, ada sebuah dataran luas bernama Padang Arunika. Dari kejauhan, tanahnya tampak keemasan, bukan karena emas sungguhan, melainkan karena rumput gandum liar yang menguning di bawah matahari. Setiap kali angin berhembus, Padang Arunika berkilau seperti lautan cahaya. Di sanalah hidup berbagai bangsa hewan yang menggantungkan hidup pada […]

7 mins read

Mahkota Tanah Merah dan Bendungan yang Disalahpahami

Di ujung dunia yang jarang diingat peta, ada satu hamparan negeri yang disebut penghuni-penghuninya sebagai Rimba Tanah Merah. Tanahnya berwarna bata, langitnya luas, dan anginnya punya kebiasaan menyisir dedaunan seperti tangan tua yang sabar. Di sana, hidup banyak bangsa hewan yang saling mengenal musim: kapan rumput muda muncul, kapan buah-buah pecah manis, kapan sungai tinggal […]

16 mins read

Sungai yang Dilupakan dan Burung yang Masih Mengingat

Pada masa ketika embun masih dipercaya sebagai pesan langit dan tanah berbicara melalui retakan-retakannya, hiduplah sebuah negeri hewan bernama Lembah Sagara. Lembah ini dibelah oleh satu sungai besar bernama Sungai Awan, sungai yang airnya jernih seperti kaca dan dinginnya mampu menenangkan amarah siapa pun yang menyentuhnya. Sungai Awan bukan hanya sumber air. Ia adalah nadi […]

5 mins read
Share via