Kota yang Belajar Mendengar Kepakan

Di sebuah kota yang terkenal dengan suara—suara kereta yang datang dan pergi, suara pintu toko dibuka tergesa, suara orang-orang yang berjalan cepat seperti dikejar jadwal—ada satu tempat yang selalu berusaha bertahan sebagai “napas hijau”. Tempat itu bernama Taman Timur-Brook. Warga kota menyebutnya taman. Para burung menyebutnya persinggahan. Para katak menyebutnya rumah. Angin menyebutnya jeda. Dulu, […]

17 mins read

Kerajaan Cangkang dan Jalan Pulang

Di sebuah pulau kecil yang dari jauh tampak seperti titik hijau mengambang di lautan, ada lembah bernama Lembah Kapur. Tanahnya putih pucat seperti tepung, pepohonannya tidak terlalu tinggi, tapi rapat dan wangi. Saat malam turun, embun menempel di daun-daun seperti kaca tipis, dan di situlah para penghuni lembah mulai hidup paling ramai—bukan dengan suara, melainkan […]

16 mins read

Kerajaan Cangkang yang Kembali Bernapas

Di sebuah pulau yang dari kejauhan tampak seperti batu hijau terapung, hiduplah bangsa kecil yang jarang disapa mata. Mereka bukan burung yang ramai memanggil pagi. Bukan rusa yang membuat jejak di tanah. Mereka adalah para siput—makhluk pelan yang memikul rumah di punggung, menulis riwayat hidup dengan garis lendir yang tipis, dan memahami dunia lewat bau […]

16 mins read
Share via
Copy link