Akar yang Menahan Laut

1) Pantai yang Terus Mundur Pantai itu bernama Teluk Senja. Orang-orang menamainya demikian karena setiap sore, matahari tenggelam dengan warna oranye pekat, seolah laut sengaja menahan cahaya lebih lama. Dulu, Teluk Senja terkenal tenang. Perahu bisa ditarik sampai pasir tanpa takut terseret ombak, anak-anak bisa bermain lumpur tanpa khawatir air naik tiba-tiba. Namun teluk punya […]

8 mins read

Teluk yang Menumbuhkan Keluarga

1) Teluk Mali dan Rumput yang Menyimpan Napas Ada sebuah teluk yang kalau dilihat dari atas tampak seperti mangkuk biru—tenang, rapi, seolah lautan sedang menahan kata-kata. Orang menyebutnya Teluk Mali. Di sekelilingnya ada kampung-kampung pesisir, perahu-perahu kecil yang pulang pergi, dan anak-anak yang tumbuh dengan garam di kulit mereka. Namun teluk itu tidak hanya hidup […]

12 mins read

Kota yang Belajar Mendengar Kepakan

Di sebuah kota yang terkenal dengan suara—suara kereta yang datang dan pergi, suara pintu toko dibuka tergesa, suara orang-orang yang berjalan cepat seperti dikejar jadwal—ada satu tempat yang selalu berusaha bertahan sebagai “napas hijau”. Tempat itu bernama Taman Timur-Brook. Warga kota menyebutnya taman. Para burung menyebutnya persinggahan. Para katak menyebutnya rumah. Angin menyebutnya jeda. Dulu, […]

17 mins read
Share via
Copy link