Akar yang Menahan Laut

Bab 1: Desa Air yang Tenang Di tepi laut yang airnya tidak pernah benar-benar diam, berdirilah sebuah desa kecil bernama Muara Lindu. Rumah-rumahnya bertiang, berdiri di atas air payau yang naik dan turun mengikuti bulan. Anak-anak desa terbiasa mendengar bunyi air menyentuh kayu, seperti lagu pengantar tidur yang tak pernah sama. Di depan desa itu, […]

7 mins read

Gajah yang Mengingat Jalan Air

Bab 1: Hutan yang Menyimpan Jejak Di sebuah pulau yang hijau dan lembap, berdiri Hutan Nalama. Hutan ini tidak pernah benar-benar sunyi. Bahkan saat angin berhenti, dedaunan tetap berbisik, seolah menyimpan cerita yang belum selesai. Hutan Nalama terkenal karena satu hal: jalur airnya. Sungai-sungai kecil mengalir seperti urat nadi, menghubungkan rawa, kolam, dan mata air […]

6 mins read

Beruang yang Mencari Musim

Bab 1: Hutan Empat Musim Di balik pegunungan biru yang puncaknya sering diselimuti kabut, terbentang Hutan Lumira. Hutan ini istimewa karena mengenal empat musim dengan sangat jelas. Musim semi membawa bunga liar berwarna kuning dan ungu. Musim panas membuat sungai mengalir deras dan buah-buahan matang. Musim gugur menurunkan daun seperti hujan pelan. Dan musim dingin… […]

6 mins read

Rubah Senja dan Kota yang Tidak Pernah Tidur

Bab 1: Hutan yang Mengecil Pelan-Pelan Di tepi sebuah kota besar, dulu terbentang hutan yang luas bernama Hutan Senja. Orang-orang menamai hutan itu begitu karena setiap sore, matahari menumpahkan cahaya jingga ke daun-daun, membuat semuanya tampak seperti dilukis dengan kuas hangat. Di sana, angin membawa aroma tanah basah, dan suara serangga menyanyi seperti musik yang […]

16 mins read
Share via