Garis yang Kembali ke Padang

Di negeri luas yang langitnya seperti lembaran kain tanpa ujung, ada sebuah padang bernama Sary-Kun. Padang itu bukan hutan lebat, bukan pula gurun kosong; ia adalah lautan rumput yang bergerak mengikuti angin. Di musim panas, rumputnya menguning seperti gandum. Di musim dingin, salju membuatnya terlihat seperti kertas putih yang belum ditulisi siapa pun. Di sisi […]

14 mins read

Akar yang Tidak Pernah Pergi

Di batas antara darat dan laut, ada wilayah yang tidak sepenuhnya milik siapa pun. Air asin datang dan pergi. Lumpur naik dan turun. Di sanalah dulu berdiri sebuah hutan bakau bernama Pesisir Lembayung. Pesisir Lembayung bukan hutan yang menjulang seperti pegunungan. Pohonnya tidak tinggi, batangnya bengkok, dan akarnya keluar dari tanah seperti jari-jari yang lupa […]

8 mins read

Kerajaan Cangkang yang Kembali Bernapas

Di sebuah pulau yang dari kejauhan tampak seperti batu hijau terapung, hiduplah bangsa kecil yang jarang disapa mata. Mereka bukan burung yang ramai memanggil pagi. Bukan rusa yang membuat jejak di tanah. Mereka adalah para siput—makhluk pelan yang memikul rumah di punggung, menulis riwayat hidup dengan garis lendir yang tipis, dan memahami dunia lewat bau […]

16 mins read
Share via