Akar yang Tidak Pernah Pergi

Di batas antara darat dan laut, ada wilayah yang tidak sepenuhnya milik siapa pun. Air asin datang dan pergi. Lumpur naik dan turun. Di sanalah dulu berdiri sebuah hutan bakau bernama Pesisir Lembayung. Pesisir Lembayung bukan hutan yang menjulang seperti pegunungan. Pohonnya tidak tinggi, batangnya bengkok, dan akarnya keluar dari tanah seperti jari-jari yang lupa […]

8 mins read

Akar yang Menahan Laut

1) Pantai yang Terus Mundur Pantai itu bernama Teluk Senja. Orang-orang menamainya demikian karena setiap sore, matahari tenggelam dengan warna oranye pekat, seolah laut sengaja menahan cahaya lebih lama. Dulu, Teluk Senja terkenal tenang. Perahu bisa ditarik sampai pasir tanpa takut terseret ombak, anak-anak bisa bermain lumpur tanpa khawatir air naik tiba-tiba. Namun teluk punya […]

8 mins read

Akar yang Menahan Laut

Bab 1: Desa Air yang Tenang Di tepi laut yang airnya tidak pernah benar-benar diam, berdirilah sebuah desa kecil bernama Muara Lindu. Rumah-rumahnya bertiang, berdiri di atas air payau yang naik dan turun mengikuti bulan. Anak-anak desa terbiasa mendengar bunyi air menyentuh kayu, seperti lagu pengantar tidur yang tak pernah sama. Di depan desa itu, […]

7 mins read
Share via