Cap Merah di Atas Akar

Di tanah yang kemerahannya seperti bara yang sudah lama padam, ada sebuah bentang rimba yang tidak pernah merasa perlu bernama. Para penghuni menyebutnya sekadar Rumah. Sebab kalau kau lahir di dalam akar, di bawah kanopi yang menutup matahari seperti atap tua, apa lagi yang lebih penting selain rumah? Namun, bagi mereka yang datang dari luar, […]

15 mins read

Si Hitam di Atas Dahan dan Tangga yang Datang Pelan-Pelan

Bab 1: Anak Kucing yang Pengen Jadi “Main Character” Di sebuah kota bernama Reno-Renoan (orang-orang di sana bilang “Reno” aja, biar nggak kepanjangan), hidup seekor anak kucing hitam yang tubuhnya kecil tapi rasa penasarannya jumbo. Nama anak kucing itu Arang. Kenapa namanya Arang? Karena bulunya hitam pekat seperti bekas api unggun yang baru padam—gelap, halus, […]

12 mins read

Sungai yang Suka Menipu dan Perahu Daun Para Penolong

Bab 1: Sungai yang Kelihatan Kalem, Padahal Lagi Ngebut Di sebuah lembah bernama Lembah Mojani, ada sungai yang terkenal punya dua wajah. Kalau kamu melihatnya dari jauh, ia tampak seperti pita perak yang santai, mengkilap kena cahaya bulan, dan kelihatan ramah seperti ajakan main. Tapi kalau kamu mendekat, kamu akan dengar suaranya. Bukan suara “plung” […]

12 mins read

Xena dan Sumur Sunyi di Bawah Rumah

Bab 1: Hari Ketika Tanah Menyembunyikan Pintu Di pinggir sebuah kota yang tidak terlalu besar—tempat orang-orang masih sempat saling melambaikan tangan dari halaman—ada deretan rumah dengan pekarangan luas. Rumputnya dipangkas rapi, tapi tidak semuanya sempurna. Karena di dunia nyata, bahkan halaman yang tampak biasa bisa menyimpan cerita yang tidak terlihat. Di salah satu sudut lingkungan […]

13 mins read
Share via